Kamis, 05 Mei 2016

Hidup bersamamu

“Aku Siap Untuk Sesuatu yang Baru. Tak Lain, Hidup Bersamamu.”

Bukan berarti aku tak bahagia dengan hidup yang makin bisa ditebak arahnya. Lulus, bekerja, mengenal satu-dua orang yang nampaknya bisa diajak membangun masa depan bersama. Menjalani hari sebagaimana orang dewasa selayaknya.
Tapi kehadiranmu membuatku ingin melakukan sesuatu yang baru. Antitesis dari otonomi dan seluruh kebebasan masa mudaku. Keputusan ini akan membuatku tak bisa seleluasa dulu lagi, tapi di sisimu babak hidup selanjutnya terasa masuk akal dijalani.
Sayangku, kali ini mantap sudah kesiapanku. Aku siap untuk sesuatu yang baru — yaitu memulai hidup bersamamu.

Kita adalah rima yang sudah bisa ditebak ke mana arahnya. Genggam tangan dan rengkuhan sayang adalah peta menuju jalan pulang

Sebelum bersamamu cinta penuh tanda tanya sudah khatam kujalani bersama mereka yang hanya datang lalu pergi. Aku pernah jadi gadis gengsi yang enggan mengungkapkan apa yang dirasa. Berharap prianya mampu membaca apa yang diinginkan tanpa harus berkata-kata. Masalah didiamkan, mengendap sekian lama, hingga akhirnya meledak pada saatnya.
Di lain kesempatan perasaan pernah dibiarkan menuntun perjalanan. “Yang penting bahagia, urusan masa depan lain perkara.”, begitulah perbedaan berusaha dibuat sederhana. Toh pada akhirnya masalah tidak menguap setelah diacuhkan sekian lama. Perbedaan yang nyata menyisakan satu-dua kerat luka di dada.
Mendapatkan posisi menjadi pendampinganmu membuatku merasa seperti tutup botol bertemu ulirnya. Rasanya ada suara, “Klik!” yang menggema di telinga setiap kita bersama. Kita jelas bukan dua manusia yang sama — tapi kau dan aku seperti sepasang penyair yang lihai menyamakan rima.
Dalam genggam tanganmu jemariku membaca gurat masa depan. Dekap hangatmu seperti sandi morse yang menuntunku menuju pulang. Bersamamu, aku tak lagi merasa gamang.

Hidup penuh prediksi makin lawas rasanya dijalani. Bolehkah lenganmu sekarang kujadikan pegangan? Bersama, kita hadapi tidak pastinya masa depan

Biar saja jika kita tak langsung bahagia. Kali ini aku berjanji akan lebih keras kepala memperjuangkan hubungan kita.
Sudah lewat masanya menjalani cinta yang begitu-begitu saja. Kencan ke tempat baru setiap Malam Minggu, fancy dinner, hura-hura menghabiskan waktu dimall. Kita sudah terlalu dewasa untuk cinta kacangan macam itu.
Sekarang lebih ikhlas kujalani cinta yang melibatkan perdebatan sengit di antara kita. Tentang bagaimana menyisihkan gaji agar dapat membangun bahtera rumahtangga,  soal mengatur hobiku dan hobimu yang ternyata menghabiskan sekian banyak dana. pun masalah kita akan tinggal dimana setelah menikah nanti.

Malam-malam panjang ala zombie akan segera datang. Perdebatan yang melibatkan urat leher mengencang pasti tak terelakkan. Tapi dalam setiap perubahan, akan kita susun balok-balok pengharapan

Randomnya hari ini akan jadi cerita lucu yang kelak bisa melengkungkan senyum di pipi. Keinginanku yang seenaknya mengajakmu Nikah dan jalan2 keluar kota hanya karena ingin foto bersamamu. Sepakat menghadapi masa depan berdua bukan berarti tanpa konsekuensi. Kita jelas tak akan lagi jadi pasangan manis yang selalu saling memuji. Sesekali kau bisa berubah jadi pengkritik nomor wahid yang paling menyebalkan. Aku pun bisa menjelma jadi gadis penuh tuntutan, yang mendorongmu tak pernah lelah mengejar masa depan.
Akan ada masa sulit yang tak terelakkan. Akan datang malam-malam panjang yang membuat kita terpaksa berjaga. Bukan untuk bercinta, melainkan demi mengurus nyawa baru yang kita hasilkan berdua kelak.
Dalam tiap pergeseran mozaik kehidupan, ada pengharapan yang kupanjatkan. Kau dan aku akan belajar berbaik sangka pada Tuhan bahwa kesulitan tidak datang tanpa tujuan. Ada kebaikan yang pasti menunggu di masa depan.

Berdua, kita akan tumbuh jadi partner dalam merayakan kehidupan. Idealisme dan keyakinan diangkat tinggi-tinggi di setiap prosesi bersulang

Meski kebahagiaan tak langsung serta merta datang, ada rasa cukup setiap kita berjalan bersisian. Kau dan aku adalah dua manusia dengan banyak kekurangan, tapi hanya masing-masing dari kita yang bisa menerima satu sama lain tanpa perlu banyak persyaratan.
Kuterima kegigihanmu mempertahankan idealisme yang kerap membuat kita dikomentari rekan sejawat yang tampak selangkah lebih mapan. Akan kudampingi dirimu, dengan segala nilai-nilai yang kau percaya, sembari terus mengulang keyakinan dalam dada bahwa idealisme akan menjadi kemewahan terakhir yang dimiliki generasi muda.
Di sisi lain, kau pun menerimaku apa adanya. Kegemaranku berandai-andai tak pernah membuatmu memalingkan telinga. Kau dengarkan cerita anehku tentang beratnya pekerjaanku.
Kau pun mengamini cita-citaku yang tak lain ingin selalu bersamamu.
Berdua, idealisme terasa makin ringan dijalankan. Ada tangan yang akan selalu menggenggam. Ada hati yang akan terus percaya bahwa nilai yang dipegang erat di dekat dada memang layak diperjuangkan sebegitu kuatnya. Kegagalan akan dihadapi dengan hati lapang, pun keberhasilan selalu terasa lebih lengkap dengan denting gelas kita yang saling menemukan.

Di luar sana biar dunia tetap berputar pada porosnya. Hanya saja kali ini ijinkan aku melakukan sesuatu yang berbeda. Kini, bolehkah aku dan kamu melebur sepenuhnya — jadi kita?

Saat kuucapkan kesiapan ini roller coaster akan tetap berputar berulang di lintasannya. Lebaran, dan Tahun Baru akan tetap datang saling berurutan. Tidak semua hal di dunia berhenti dan berubah hanya karena urusan keyakinan.
Kau dan aku akan tetap jadi manusia keras kepala dengan kadar menyebalkan yang sama. Kesulitan hidup juga tak langsung lebih ramah menyapa. Bahkan di beberapa episode hantaman datang lebih keras dari biasanya.
Hanya saja kini ada kepasrahan soal masa depan yang tak perlu dijelaskan. Ada kemantapan yang muncul tanpa membutuhkan undangan.
Bersamamu, kesulitan hidup layak diperjuangkan. Jatuh bangun kita sebagai pasangan masuk kategori momen sakral yang pantas dikenang. Kau, satu-satunya orang yang membuatku mampu berkata, “Iya” tanpa banyak rentetan pertanyaan.
Sesuatu yang baru tak pernah terasa semenjanjikan ini, selain bersamamu.


#Me With You


Minggu, 20 September 2015

Doa Istikarah

وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَخَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْلِى الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ.


ALLOOHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL 'ADZHIIMI. FAINNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WALAA A'LAMU WA ANTA 'AL-LAAMULGHUYUUBI. ALLOOHUMMA INKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WAMA'AASYII FAQDURHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIKLII FIIHI WA INKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA'AASYII WA 'AAQIBATI AMRII WA 'AAJILIHI FASHRIFHU 'ANNII WASHRIFNII 'ANHU WAQDURLIL KHOIRO HAITSU KAANA TSUMMA RODH-DHINII BIHI.
Artinya :
Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan olehMu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini ........ adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu ......... menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu.

Kamis, 17 September 2015

Doa Untuk Kekasih

Dear My Lovely,,,,
Semoga Cinta kita selalu terjaga...
Ya Allah Jika Aku Jatuh Cinta,, Cintakanlah Aku pada Seseorang yang menapakkan Cintnya Kepadamu, Agar bertambah Cintaku Padamu..
Ya Muhaimin,,,Jika Aku Jatuh Hati,,Jatuhhatikanlah aku Pada Orang yang Jatuh Padamu..

Keajaiban Tuhan


Bait bait khidmat hanya lewat bait-bait khidmat. senandung hati mampu tersirat..
Sepertiga malam yang sunyi tetaplah sunyi, terisak namun tak terdengar, terluka tapi tak terlihat.Tersungkur tetap bersyukur, senandung pilu teruntai berurai, mengadu pada pemilik rindu, bercerita pada sang pendengar, Wahai pemilik hati, Resah risau hati ini..
karena terlalu jauh dari jalan-MU.
Sesak sesal jiwa ini terlanjur terlanjur tenggelam takdirku,,
tiada takdir yang akan merubah tanpa aku yang berusaha mengubah...
tiada takdir yang akan terjadi bila engkau tak menghendaki,,
tak akan kutahu dengan siapa jiwa ini menyatu, tak akan kutahu akan seperti apa ujung perjalanan ini.
Tapi Tuhanku,,,
Izinkan aku memohon kepadamu,, jaga dia Unntukku,,
aku mencintainya.,,
Dia yang aku semogakan menjadi Imam dalam Hidupku, yang akan menyempurnakan Imanku..
bimbinglah kami untuk menyempurnakan perbaikan diri.
Siapkanlah kami dalam sebaik-baiknya persiapan..
persatukan kami dalam sebuah ikatan yang kami semogakan segera menjadi ikatan suci.
Ya Rabb,,,,hanya bait-bait khidmat ini yang mampu aku minta..
Hanya bait-bait Khidmat ini aku mampu menyiratkan segala Resah dalam hati ini...
Aku mencintainya dan akan selalu menantinya hingga ia benar-benar siap untuk bersama berikrar dalam ikatan suci yang Engkau Ridhoi..
Ya Rabb,,, Mafkan hamba ini yang terlalu jauh melangkah... yang terlalu mencintainya melebihi rasa cintaku padamu... namun izinkan aku memilikinya agar bertambah rasa Cintaku kepadamu...
Izinkan kami membangun harapan-harapan yang telah engkau Ridhoi..

Salam sayangku

 

Sang Jodoh


Hei,,,,,,


Kita berkenalan dengan cara sesederhana itu, saling tukar PIN BB, saling menyapa lalu kamu perlahan menunjukkan perhatian yang lebih,,,,
kau mengajakku keduniamu, terfikir dalam benaku hanya untuk bersinggah, dan ternyata kamu menjadikanku seseorang yang paling beruntung di dunia karena kamu selalu memainkan perananmu dengan hebat dan itu menyenangkanku..
kamu menjadikanku satu-satunya dalam hidupmu, ketika itu kamu mebuatku bahagia dan hatiku tertinggal disana.
ketika aku mulai merasakan sesuatu yang berbedakamu mulai berjalan dibelakangku, jauh, jauh,, dan semakin menjauh...Apa ini bagian dari perananmu juga????
kamu sedang bercanda bukan?
tapi entah kenapa kamu mulai membuatku bersedih dan menangis, aku merasakan sakit yang entah apapun itu aku sendiri tidak mengerti rasanya hanya sakit. .
tapi entah kenapa aku begitu yakin bahwa kamu akan kembali..
dan pada akhirnya kamupun kembali, terungkaplah rahasia Allah yang selama ini aku ragukan..
Terimakasih ya Rabb atas anugerahmu...dan atas semua Nikmat yang telah engkau berikan..
Jika memang dia Jodoku Sejauh apapun kepergiannya pasti ada alasan untuk engkau mempertemukan kami...
love you my beloved..


Selasa, 05 Mei 2015

Jodoh Itu Sederhana

Selama ini kita seperti pecinta alam dan sutradara yang terlampau kreatif. Menerka dan membuka jalan, yang sebenarnya belum tentu diamini oleh semesta

Ada satu orang sahabat saya yang cuek setengah mati soal urusan cinta. Sampai ulang tahunnya yang ke-24 dia memegang trophy sebagai jomblo abadi. Isi hidupnya hanya kuliah, tetek-bengek organisasi, ikut penelitian dosen, kumpul-kumpul bersama kami, lalu belakangan ikut kursus pra nikah sesekali. Dengan statusnya yang masih sendiri.
Tapi anehnya sahabat saya ini tidak pernah merasa kekurangan. Di wajahnya selalu bisa kami temukan senyum bahagia, bahkan lebih tulus dari kami yang ditemani pacar ke mana-mana. Dia adalah orang yang berapi-api soal cita-cita. Tak harus dihadapkan pada kegalauan saat ngambek dengan pacar membuatnya bisa menghabiskan waktu untuk banyak menulis dan membaca.
Plot twist pun tiba. Saat kami masih galau soal pekerjaan pertama dan perkara membawa hubungan cinta ke arah mana — kami mendapat kabar bahwa jomblo abadi ini akan menikah dengan pria yang selama ini jadi kawan satu organisasinya. Akad akan dilakukan segera selepas lamaran, demi menghindari hal-hal yang keluar dari ajaran.
Geli rasanya. Kami yang sudah berinvestasi waktu pun perasaan dalam ikatan pacarab sekian lama justru belum berani mengikuti jejaknya. Menghadiri prosesi akadnya seperti membawa kaca ke depan muka:
Jika mau jujur sedikit saja, sebenarnya berapa banyak waktu kita yang sudah terbuang sia-sia?
Saat kami menghabiskan masa muda dengan meratapi sakit hati, dia justru bebas loncat dari satu organisasi ke lembaga kemasyarakatan yang menarik hati. Dia boleh jadi tak merasakan debaran saat bertukar rayuan manis dengan pacar, tapi justru kebebasannya langsung bisa bercumbu sepuas hati membuat kami sedikit gusar.
Ketika kami terlalu sibuk bertukar janji demi masa depan bersama, sahabat saya ini justru langsung berani menjalaninya — bersama pria pilihannya.

Berkaca dari banyak pengalaman ternyata yang dibutuhkan hanya kemantapan dan sedikit kenekatan. Membangun masa depan tak memerlukan keahlian yang dibiakkan dari pacaran

Seringkali kalkulasi manusia dan kalkulasi semesta berjalan di plaform yang berbeda. 1095 hari bersama tidak membawa kemantapan yang sudah ditunggu sekian lama. Kita masih sering memandang wajah orang yang sudah kita genggam tangannya bertahun-tahun lamanya, kemudian membayangkan apakah masa depan benar-benar layak dijalani bersamanya.
Hubungan yang sudah sempurna di mata orang-orang bisa kandas. Perasaan yang kuat ternyata bisa hilang. Bersisian sekian lama, menerka masa depan berdua ternyata tidak menjanjikan apa-apa. Jika memang tidak ada niatan baik untuk membawa hubungan ini ke arah selanjutnya.
Inilah kenapa kisah-kisah “bertemu-orang-yang-tepat” setelah putus dari pacaran bertahun-tahun bermunculan. Kenekatan kerap muncul setelah dikecewakan. Keinginan membangun komitmen ternyata perlu didorong oleh hati yang sudah lelah menghadapi perihnya kegagalan. Ibarat lari maraton panjang, selepas garis finish kita hanya ingin meregangkan otot yang tegang — dalam sebuah peristirahatan yang jauh dari kata menantang.
Ternyata keyakinan untuk bisa membangun masa depan bersama tidak membutuhkan training bertahun-tahun lamanya. Kita bisa mengeliminasi keharusan PDKT, ratusan kali kencan, dan episode drama yang jumlahnya melebihi jari tangan.
Dalam banyak kasus justru kemantapan itu datang setelah memantaskan diri sebagai pribadi — selepas dipertemukan dengan orang yang juga sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Jodoh toh bukan aljabar yang harus membuat kita sakit kepala. Bahkan prosesi peresmiannya berlangsung tak lebih dari hitungan menit saja

Bukankah tujuan akhir dari selalu ke mana-mana berdua adalah ucapan dalam satu hela nafas,
“Saya terima nikahnya!”
atau prosesi khidmat pemberkatan di gereja?
Lucu bukan, jika kita rela menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya demi prosesi yang berlangsung bahkan lebih singkat dari wisuda?
Semakin dewasa, setelah jadi saksi bagaimana kawan-kawan menemukan pasangan hidupnya — pandangan kita terhadap jodoh justru akan makin sederhana. Ini bukan lagi soal kencan ke mana, mematut diri dengan baju apa, sampai berapa lama sudah saling mendampingi dan memanggil sayang ke depan muka.
Jodoh ternyata tak lebih dari soal keberanian, kesiapan sebagai pribadi bertemu dengan peluang, keyakinan bahwa hidup tak lagi layak diperjuangkan sendirian. Konsep jodoh yang dengan jelas sudah disiapkan Tuhan sebenarnya tidak menuntut kita untuk galau menantikannya.
Toh dia pasti akan datang sendiri. Bukankah Tuhan tidak akan bermain-main dengan janji?
Kita-kita ini saja yang suka lebay mendramatisir suasana. Merasa paling merana jika belum menemukannya. Merasa hidup kurang sempurna jika belum bertemu pasangan yang bisa menggenapkan separuh jiwa. Padahal jika memang sudah waktunya, pintu jodoh itu akan terbuka dengan sendirinya. Mudah, sederhana, bahkan kadang tanpa banyak usaha.

Kalau memang bukan garisnya, diikat pakai batu akik pun, tak akan jadi jodoh kita seorang anak manusia. Jika memang begini hukumnya — haruskah kita galau dan bercemas diri lama-lama?

Pertunangan bisa gagal, khitbah bisa dibatalkan, pun resepsi bisa di-cancel beberapa jam sebelum perhelatan. Ikatan sebelum pernikahan (ternyata) tidak layak membuat kita merasa aman, pun bangga karena merasa sudah punya pasangan. Sebab ternyata tak ada yang bisa memberi jaminan.
Janji-janji manis yang sudah terucap sebelumya tidak akan berarti apa-apa sampai ada tanda sah di depan negara dan agama. Cincin berlian, atau bahkan batu akik yang sedang hits itu tak akan membantu apapun, jika memang jalan hidup berkata sebaliknya.
Daripada mencemaskan yang sudah tergariskan, mengapa kita tidak mengusahakan yang bisa diubah lewat usaha keras? Rejeki, pekerjaan, membuka kesempatan untuk kembali studi di luar negeri, sampai memutar otak demi membahagiakan orangtua yang sudah tak semandiri dulu lagi misalnya? Hal-hal itu lebih layak mengakuisisi ruang otak kita dibanding terus-terusan galau memikirkan pasangan yang sudah jelas dipersiapkan oleh yang Maha Kuasa.
Akan tiba masanya, ketika kita memandang orang yang tertidur dengan lelap di sisi kanan sembari mengulum senyum. Ternyata begini jalannya. Ternyata inilah jodoh kita yang telah disiapkan oleh semesta. Suatu hari, semua kecemasan yang memenuhi rongga kepala ini hanya akan jadi bahan tertawaan saja.
Bolehkah mulai sekarang kita berusaha lalu berserah saja? Sebab pada akhirnya, jodoh toh sebenarnya sederhana.

 


 


 


 

Aku belum ingin menikah jika aku belum mampu menjadi seorang Istri

Aku belum ingin menikah bukan karena aku sedang menutup diri, Bu. Hanya saja, aku belum menemukan lelaki tepat yang bisa menjadi imamku.

Aku masih muda ‘kan ibu? Ada banyak hal yang ingin aku rasakan, satu per satu ingin kuwujudkan cita-citaku. Bolehkah aku tidak memikirkan hal-hal yang berbau pernikahan dulu, Bu? Aku tahu Bu, dalam hatimu selalu ada keinginan untuk segera melihat kebahagiaanku, dan ibu berharap bisa sesegera mungkin aku bisa melihatku duduk berdampingan di pelaminan didampingi oleh lelaki yang tepat.
Lelaki tampan, bijaksana dan bertanggung jawab seperti ayah, yang sampai sekarang tidak pernah lelah menjadi pelindung kita. Aku mengerti keresahan hati ibu. Melihat teman-temanku sudah mempunyai pendamping hidup. Melihat teman-teman ibu sudah menggendong cucu, dan ibu masih selalu tersenyum dengan tulusnya ketika aku cerita kalau aku gagal lagi membina sebuah hubungan.
Bukan berarti aku egois dengan apa yang terjadi padaku, Ibuku sayang. Tapi maukah ibu menunggu sebentar? Aku tak ingin gegabah mengambil keputusan untuk menikah. Aku tak ingin terburu-buru menikah karena melihat satu per satu teman-temanku sudah menikah, dan aku memang belum menemukan sosok lelaki yang bisa menjadi imamku kelak. Tak usah Ibu khawatir. Percayalah Bu, bahwa kelak akan ada lelaki hebat yang akan kukenalkan pada Ibu.

Lagipula, aku masih ingin menikmati kegilaanku bersama sahabat-sahabatku. Bolehkah jika aku masih ingin berpuas-puas menikmati masa lajangku ini, Bu?

Sahabat bagiku adalah orang-orang yang selalu menghiburku baik di kala duka maupun suka. Tapi tenang saja Bu, Ibu tetap nomor satu dari sekian banyak hal yang menjadi alasan aku untuk bahagia. Karena itulah Bu, aku meminta izin padamu, bolehkah aku punya waktu lebih lama yang kuhabiskan bersama teman-teman? Setiap aku bersama mereka, sejenak aku bisa melupakan keletihanku karena kegiatan yang banyak menyita waktu.
Jangan kau marah Ibu, karena sesungguhnya waktu yang kuhabiskan bersama mereka tak sebanding dengan waktu yang aku habiskan bersama Ibu. Ibu selalu menegurku saat aku lupa waktu karena terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Sampai terkadang adu mulut dengan ibu jadi tidak terelakkan. Maafkan aku ibu, bukan berarti aku tidak menghormatimu. Aku tahu ibu melakukan semua ini karena ibu khawatir padaku.
Mungkin ibu khawatir dengan setiap waktu yang kuhabiskan dengan temanku hanya sia-sia belaka. Atau mungkin ibu juga khawatir aku “kebablasan” bergaul dengan teman-temanku. Tenang ibu, setiap kali aku mau melakukan sesuatu, tidak pernah sedetikpun aku melewatkan semua nasihat-nasihat Ibu.
Karena saat aku sudah menjadi istri nanti, aku tak lagi bisa sebebas ini, Bu. Aku sadari akan hal itu. Diam-diam aku memperhatikan para pengantin baru, aku mendengar cerita dari Ibu, tentang bagaimana menjadi seorang istri yang baik. Aku harus patuh dengan suamiku, aku harus mendahulukan kepentingan rumah tangggaku di atas keinginan pribadiku.
Saat aku menikah nanti, aku pasti masih bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatku, namun porsinya akan jauh lebih sedikit. Jika biasanya akau hanya butuh izin dari ibu dan ayah untuk bermain dengan sahaba-sahabatku, nantinya aku harus menunggu izin dari suamiku, dan pastinya aku juga harus memenuhi kewajibanku sebagai istri terlebih dahulu. Aku belum siap untuk itu, Bu.

Jangan resah jika ibu melihatku melakukan apapun seorang diri. Percayalah, anak gadismu ini sekarang sudah menjadi wanita tangguh yang mandiri.

Banyak yang bilang kalau aku itu wonder women lho, Bu. Tahu ‘kan Bu wonder women itu artinya apa? Itu julukan pada wanita hebat yang jarang mengeluh dengan setiap keadaan. Wanita yang kembali bangkit setiap kali jatuh.
Anak gadis ibu yang dulu ibu timang-timang, sekarang telah berubuah menjadi wanita tangguh dan mandri. Tenang bu, meskipun begitu aku tidak melupakan kodratku sebagai wanita kok. Aku tetap seorang wanita yang perlu tempat untuk berlindung. Seperti ibu yang berlindung disamping ayah.
Aku masih bisa pergi sendiri, makan sendiri, ke mall sendiri, bahkan yang paling ekstrim pergi ke kondangan teman juga sendirian. Dan sampai sekarang aku masih baik-baik saja kok, Bu.
Bukan berarti karena aku masih sendiri, aku tidak bisa melakukan banyak hal seperti pasangan-pasangan itu, Bu. Aku belajar mandiri berkat ibu ‘kan? Ibu dan ayah selalu mengajariku untuk menjadi perempuan hebat dan tangguh, tak mudah bergantung pada orang lain. Meskipun terkadang tidak jarang juga aku menangis di hadapanmu, tapi bukan berarti aku lemah bu, itu karena bagiku engkau tempat aku mencurahkan semuanya.
Tak kupungkiri, aku pun mendambakan seorang pendamping yang bisa menjadi penopangku nanti bu. Aku pun ingin memiliki pendamping yang bisa menjadi tempat berbagi hati, cerita, suka, dan duka. Tapi aku masih ingin menikmati kemandirianku sejenak, bu. Tak salah ‘kan jika aku ingin merasakan hidup sebagai perempuan yang mandiri?

Sungguh aku pun ingin membina keluarga dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun, aku juga masih ingin menggeluti karir yang selama ini aku impikan, Bu.

Aku juga tidak ingin berakhir menjadi wanita karir yang lupa kapan aku harus mengakhiri masa lajang. Aku tidak berpikir seperti itu ibu, keinginan untuk membina rumah tangga dan menjad seorang ibu itu selalu tetap ada.
Tapi, pekerjaan ini seolah menghiburku. Pekerjaan ini menjadi pengalih perhatianku dari hal-hal semacam itu. Pekerjaanku memang belum bisa menjadikanku jutawan, tapi karena pekerjaan ini aku jadi berharga di mata ibu, keluarga, dan masyarakat. Pekerjaan ini adalah yang aku inginkan semenjak aku duduk di bangku kuliah dan mati-matian meraih gelar sarjanaku.
Maka, izinkan aku Bu untuk sejenak menggeluti lebih dalam lagi pekerjaanku ini. Aku ingin mengembangkan lagi kemampuanku, aku masih haus banyak pengalaman, dan aku masih ingin banyak berkarya lagi.Sedang pekerjaanku ni tak memungkinkan bagiku lagi jika aku harus menikah saat ini.
Meskipun penghasilannya tidak seberapa dan mungkin aku hanya bisa membelikan ibu dan ayah selembar kain batik, tapi aku merasa hidup sebagai manusia di tempat ini, Bu.. Maaf ya Ibu, aju belum bisa membelikan perhiasan mahal untukmu. Tunggulah sebentar lagi, mungkin aku bisa membelikannya untuk ibu. Asalkan ibu tidak selalu menanyakan kapan aku menikah, Hehehe…

Lagipula Bu, aku masih ingin bermanja-manja dan menghabiskan waktu bersamamu ibu. Sebelum nanti aku harus pergi meninggalkan rumah untuk ikut suami.

Ibu pasti tahu ‘kan kalau aku sudah menikah kemudian aku tidak lagi tinggal bersamamu lagi? Ibu juga pasti tahu kalau suatu saat nanti aku akan meninggalkan ibu dan ayah, dan pindah untuk bermukim mengikuti suami? Mungkin nanti aku akan berkunjung kerumah ibu satu minggu sekali, satu bulan sekali, atau bahkan satu tahun sekali ibu. Demi apapun, aku belum siap untuk menjalani hal itu, Bu.
Aku masih ingin menjadi putri kecil ibu yang merajuk manja di dalam pelukanmu. Aku masih ingin menjadi gadis kecil ibu yang diam-diam keluar malam untuk jajan kudapan malam di depan rumah. Aku masih ingin menikmati masakan ibu saat aku pulang. Aku masih ingin mendengar omelan-omelan ibu saat aku malas bersih-bersih rumah. Dan aku masih ingin merasakan hangatnya rumah ini lebih lama lagi, Bu.
Untuk itu, betapa aku masih ingin menghabiskan waktu bersama ibu dan ayah. Merawat engkau dan ayah selagi sakit, belajar memasak, belajar menjadi peran sepertimu di rumah kita yang sederhana ini. Ajari aku Bu sebelum nantinya aku beralih peran dari seorang gadis kecil yang manja menjadi seorang ibu sepertimu.

Janganlah resah ibuku, pasti suatu saat nanti aku akan menemukan sesosok lelaki bertanggung jawab yang kelak akan menggantikan tugasmu dan ayah dalam menjagaku.

Jangan khawatir, Bu. Dia jodohku pasti orang terbaik yang dipilihkan olehNya karena apa? Karena Tuhan tahu, bahwa orang terbaik yang menjagaku sampai sekarang adalah ayah dan ibu terbaik di dunia dan karena itulah Tuhan pasti mengirimkan seseorang terbaik juga.
Jangan pula khawatir aku akan jadi perawan tua, Bu. Aku percaya jika aku akan bertemu dengan jodohku nanti di waktu dan momen yang tepat. Bukan terburu-buru ataupun terlambat, kapanpun itu aku percaya bahwa itu adalah rencana yang telah diatur oleh Sang Maha Kuasa.
Jangan khawatir dengan bisik-bisik tetangga, tentang aku yang saat ini belum juga juga menikah, Bu. Jodohku bukan di tangan mereka,  pun bukan mereka yang akan menjalani rumah tanggaku nanti. Percayalah Bu, diam-diam aku pun sedang memantaskan diri. Diam-diam aku sedang mempersiapkan diri dan juga berusaha lewat doa-doa yang selalu kulantunkan di setiap sujudku pada-Nya. Tak usah ibu khawatir, karena suatu hari nanti aku akan memperkenalkan lelaki pilihanku, yang terbaik, yang akan menggantikan tugasmu untuk menjagaku.

 

 Ibu Bersabarlah... karena aku menunggu kekasih halalku datang menjemputku..

 


Senin, 04 Mei 2015

Hadiah Untuk seorang Istri

CATATAN UNTUK SEORANG ISTRI
Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan kamu belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Justru sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah-ibunya hingga dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkah seorang istri, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan tali pernikahan tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
Suami rela menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan dan merawat anak-anakmu serta dirimu sebelum dia mampu membalas untuk merawat ayah-ibunya yang telah mengurus suamimu sejak kecil tanpa pamrih.
Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripada dirinya sendiri di sisi Alloh.
Bahkan ketika sudah mati, suami pun masih harus bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anakmu. Apakah dia sudah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya?
Sangat besar pengorbanan suami, begitu banyak waktu yang diluangkan untukmu. Oleh sebab itu, berilah dia kesempatan untuk berbakti dan membalas jasa kepada orangtuanya. Karena sesungguhnya dia sedang mengajarkan kepada anak-anakmu agar tetap berbakti dan sayang serta tetap dekat denganmu meski sudah berumah tangga.
Terjadinya konflik antara mertua dan menantu sering kali disebabkan sang mertua merasa anak laki-lakinya seperti orang asing, tidak perhatian dan tidak sayang lagi setelah menikah. Dan itu semua gara-gara kamu.

Sabtu, 04 April 2015

Motivasi

Dear,,
hai hai,,, sedikit bercerita taengtang kehidupan yang dilalui selama ini,.
terlihat sekilas dan orang-orang melihat dari dari sudut pandang mereka bahwa semua baik-baik saja.
namu tahukah kamu apa yang kamu lihat dengan kasat mata semua terlihat indah, namun jika kamu melihat dengan mata batinmu semua tidak seperti penglihatan matamu...

hee,,,..
sedikit motovasi for me..
I'm Stronger because I had to be
I'm Smarter because of my Mistakes,
Happier because of the sadness I've known,
and now wiser because I Learned


When I follow my Heart It Leads me to You..

Dont Promise when you're happy, dont reply when you're angr and dont decide when you're sad

Jumat, 03 April 2015

Pertanyaan Pada Saat wawancara Kerja

Job Interview Question And How to Answer Them

  1. Tell me About Yourself ?
  2. Tell me about your dream job ?
  3. Why did you leave your last job ?
  4. Whats is your Weakness ?
  5. What are you strenghts ?
  6. What do you know aabout the type of work we do ?
  7. Why should we hire you ?
  8. Do youconsider yourself successful ?
  9. why you have been unumployed for such a long time ?
  10. what do co-workers say about you ?
  11. how long would you expect to work for us if hired ?
  12. Do you think you are overqualified for this position ?
  13. Describe your Management style ?
  14. Are you a team player ?
  15. What is your philosophy towards work ?
  16. What posistion do you prefer on team working a project ?
  17. What irritates you about co - wokrkers ?
  18. Why do you think you would do well at this job ?
  19. What is more important to you the money or the work ?
  20. What would your previous supervisor say, your strongest point is ?
  21. Tell me about your ability to work under pressure ?
  22. How do you propose to compensate for your lack of experiance ?
  23. What motivates you to do your best on the job ?
  24. When do you feel succesfull in this job ?
  25. Are you willing to put the interests of the organization ahead of your own ?
  26. What qualities do you look in a boss ?
  27. How do you see yourself five years from now ?
  28. What have you learned from mistakes on the job ?
  29. If you were hiring a person for this job, what would you look for ?
  30. Do you have any question for me ?
  31. Why do you think you can succeed in this job ?
  32. What are your expectation from this job / Company ?
  33. What do you think the last company you worked for ?
  34. How do you handle cricism ?
 Hei,,, hei... sedikit berbagi pengetahuan aja jika anda ingin melamar pekerjaan lalu anda lolos pada tahap wawancara..
semoga bermanfaat.

Rabu, 01 April 2015

HRD ( Human Resources of Development ) Recruitment

Hari ini saya sedikit bersantai diatas meja kerja saya. saya bekerja di PT. Sago Prima Pratama JResources Nusantara sebagai Personnel Clerk HRD. Tugas keseharianku sebagai seorang recritmen ialah :
  •  Menginpit data pelamar yang selalu masuk tiap hari, 
  • Menyeleksi CV karyawan yang sudah memenuhi standar administrasi perusahaan
  • Melakukan Update pencatatan dan penyimpanan data karyawan 
  • Memberikan pelayanan terhadap karyawan terkait dengan proses administrasi cuti, benefit, recriutment dan data karyawan
  • Melakukan Dokumentasi dan membuar surat cuti
  • Memeriksa Dokumen-dokumen secara teliti
Hemmm disini saya sedikit membahas mengenai tugas seorang HRD
Tugas Pokok dan Tanggung Jawab:
  1. Bertanggung jawab dalam membantu dan melaporkan kepada HRD (Human Resources Of Development) Manager dalam bidang hiring & firing tenaga kerja.
  2. Menyusun prosedur seleksi recruitment karyawan baru.
  3. Melakukan koordinasi ke departemen lain untuk mengumpulkan rencana permintaan karyawan setiap tahun dan membuat status data karyawan dan turnover setiap bulan dari masing-masing divisi.
  4. Memasang iklan lowongan kerja, melakukan sortir lamaran, melakukan tes psikologi dan interview awal untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai.
  5. Merekomendasikan kandidat berdasarkan hasil tes psikologi dan interview awal, serta mengatur jadwal interview lanjutan (user, hrd, presdir), agar proses rekrutmen dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.
  6. Menyiapkan perjanjian kerja dan kontrak kerja karyawan serta mengupdate masa berlakunya kontrak kerja.
  7. Menginput data karyawan dan ke sistem agar semua terdata dengan baik
  8. Membuat laporan rekapitulasi mutasi, promosi dan status karyawan (tambahan anak, menikah, berhenti).

Senin, 30 Maret 2015

Inspirasi Hidup

Indah Pada Waktunya,,


Hei kamu,,, yah kamu...

Tahukah kamu pada hari dimana kamu selalu menatapku, menungguku saat pulang kerja,
selalu menungguku saat selesai melaksanakan kewajibanku untuk sang penciptaku..

semua itu terasa indah.. waktu beralu begitu cepat.

melihat bola matamu yang sayu membuat hatiku teduh, bicaramu yang lemah lembut membuatku merasa akulah wanita paling beruntung. 

hari demi hari akhirnya kita lewati, tahukah kamu berapa banyak kenangan yang telah kita ciptakan???
tahukah kamu berapa banyak waktu yang kita habiskan bersama???

sikapmu yang dewasa, parasmu yang tampan, serta perilakumu yang sopan membuatku terpana dan semakin mengagumimu..

terimakasih tuhan telah menciptakanmu, terimakasih untuk kedua orangtuamu yang telah membesarkanmu hingga pada akhirnya kita dipertemukan disebuah pulau yang sama-sama kita asing terhadap pulau itu.

masih ingatkah kamu ceria Kopi Asin yang telah kita baca bersama, betapa indahnya cerita itu,

aku sangat mengagumimu sehingga aku melupakan tuhan maha penciptaku,, oh ya Rabb maafkan aku yang telah lalai terhadap kewajibanku dan terlalu mengagumi mahluk kecilmu..

sehingga Engkaupun menegurku dengan sedikit memberi cobaan yang pada akhirnya aku tahu dia bukanlah pilhan yang tepat buatku.

dan pada akhirnya....
aku menemukan sosok yang telah mengagumiku,, bukan lagi aku yang mengaguminya..
terimakasih tuhan dengan memberikan aku cobaan ini aku tahu,, bahwa dia hanya pelengkap cerita hidup ini..

Tes Kreaplin

KATA  PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ” ALAT TES KRAEPELIN”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: ibu…. selaku dosen kami yang telah memberikan tugas ini untuk kami, dan semua teman – teman yang turut memberikan dukungan, dan slalu mengingatkan kami.  Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.  Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.




BAB 1 PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG TES KRAEPELIN

Tes Kreapelin merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin dia adalah seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari factor – factor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Tes ini sebenarnya dibuat awalnya diperuntukan untuk  keribadian. Akan tetapi seiring berjalannya waktu  dan dengan semua perkembangannya akhirnya berubah menjadi tes bakat.  Ini dilakukan dengan cara merubah tekanan skoring dan interpresi. Keunggulan dari alat tes ini terdiri dari bebagai factor yaitu, kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja dalam tekanan.

1.2   BIOGRAFI EMILIE KRAEPELIN

Emilie Kraepelin atau lebih dikenal dengan nama Kraepelin, lahir pada tanggal 15 Pebruari 1856 di Neustrelitz. Pada tahum 1878 dia menjadi dokter di Wurzburg, dan kemudian menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich. Dia memutuskan  pindah ke Leipzig pada tahun 1882, dan memilih untuk bekerja dengan Wundt yang juga merupakan kawannya sewaktu mahasiswa. Kraepelin juga pernah menjadi seorang psikiatri dan merangkap sebagai director di klinik psikiatri yang beradi di Munich, itu tepatnya dari tahun 1903 samapai dia wafat pada 1 Oktober 1926.
Sebagai seorang psikiatris Kraepelin mempelajari gambaran dan klasifikasi dari penyakit – penyakit kejiwaan, yang pada akhirnya ditetapkan sebagai dasar penggolongan penyakit – penyakit kejiwaan, atau sering disebut sebagai Diagnostic and Statistical Manual Disorder (DSM), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA). Dia juga percaya jika klasifikasi gejala – gejala penyakit kejiwaan dapat diidentifikasi  maka penyebab kejiwaan akan mudah untuk diteliti dan diketahui.
Penyebab Kraepelin menjadi seorang yang terkenal itu terutama karena kecermatannya dalam menggolongkan penyakit kejiwaan yang lebih dikenal dengan psikosis. Dia membagi psikosis menjadi dua golongan utama yaitu dimentia praecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia praecox merupakan gejala awal dari penyakit kejiwaan yang disebut schizophrenia. Dia dikenal juga sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, seperti halnya yang dia lakukan untuk mengetahui adanya kelainan – kelainan kejiwaan.  Salah satu tes yang dia ciptakan dan banyak di gunakan oleh sarjana psikologi di Indonesia pada tahun 1980an adalah Test Kraepelin.



BAB 2 PEMBAHASAN

2.1. PANDANGA PARA AHLI TERHADAP TEST KRAEPELIN

Dr. J. de Zeeuw, memiliki pandangan bahwa tes kraepelin digolongkan sebagai tes yang dipergunakan untuk mengukur factor – factor non intelektual (tes konsentrasi). Sedangkan menurut Anne Anastasi  (psychological Testing), tes Kraepelin merupakan sebuah “Speed Test” . Adapun ciri utama dari sebuah speed test adalah tidak adanya waktu yang cukup u tuk menyelesaikan semua soal. Sebenarnya dalam tes kraepelin, testi memang tidak diharapkan untuk dapat menyelesaikan sepenuhnya setiap jalur  tes, kerena yang sebenarnya dilihat disini adalah bagaima kecepatan teste.
Menurut Anne Anastasi, selain kecepatan kerja, factor lain yang dapat diketehui dengan menggunakan tes kraepelin adalah mengenai ketelitian, konsentrasi, dan stabilitas dalam bekerja. Selain itu aspek – aspek psikologis yang berpengaruh pun bermacam – macam, misalnya saja mengenai persepsi visual, koordinasi senso-motorik, pushing power, ketahanan, learning effect.

2.2 TUJUAN PENGETESAN DENGAN TES KRAEPELIN

Tujuan dari tes Kraepelin sebenarnya adalah digunakan untuk menentukan sepertia apa tipe performance seseorang, misalnya 
  1. Hasil penjualan yang rendah, dapat menggindikasi adaya gejala depresi mental. 
  2. Terlalu banyak seseorang melakukan  salah hitung, dapat mengindikasikan adanya distraksi mental
Selain itu tes Kraepelin juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa maximum performance dari seseorang. Hal itulah yang menyebabkan tekanan skoring dan interpresi lebih didasarkan pada hasil tes yang diperoleh secara obyektif bukan pada arti proyektifnya.
Dari perhitungan obyektif tersebut, kemudian dapat diinterpretasikan tujuan tes kraepelin yang mencakup 4 hal:
1.      Faktor kecepatan (speed factor)
Dimana dalam factor kecepatan ini ditunjukan pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang  atau teste saat mengerjakan tes.  Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart. begitu pula sebaliknya  jika hasil yang diperoleh randah dapat di ketehui teste memiliki kecepetan bekerja yang rendah pula.

2.      Faktor ketelitian (accuracy factor)
Faktor ini ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah maupun terloncat) yang diperbuat dalam pengerjaan tes. Jika teste mendapatkan jumlah kesalahan sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,adapun  arah karir yang cocok untuk katagori ini  yaitu bekerja pada bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika
3.       Faktor keajekan (rithme factor)
Faktor keajegan ditunjukkan pada irama kerja seseorang dalam mengerjakan tes. Untuk mengetahui keajegan atau sering disebut dengan kestabilan seseorang maka dengan cara menskor deret tertinggi dikerjakan dikurangi deret terendah yang dikerjakan. Jika hasil yang di peroleh teste tinggi, maka dapa ditentukan arah karir yang cocok  yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.
4. Faktor ketahanan (ausdeur factor)
Dimana dalam factor ini dapat ditunjukkan oleh garis ausdaner dalam mengerjakan tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste tersebut.
2.3 PROSES KINERJA TES KRAPELIN
Ini kami sajikan contoh dari bagaimana prosesdan kinerja ter Kraepelin. Untuk melakukan tes Kraepelin ada beberapa hal yang harus disiapkan dan dilakukan daiantaranya sebagai berikut:
ü  Alat yang Dibutuhkan
1. lembar tes Kraepelin, tes ini terdiri dari 45 lajur angka, namun biasanya yang dikerjakan hanya 40   lajur.
2. stopwatch
3. pensil
4. meja yang cukup luas
5. papan tulis , kapur atau flip chart untuk dipergunakan tester saat menjelaskan pada teste

ü  Prosedur Kerja yang Harus Dilakukan Dalam Pelaksanaan Tes
Ada beberapa presedur yang harus dilakukan, atau diterapkan saat ingin melakukan tes Kraepelin.
1. Teste di bagikan lembar tes pada testi
2. Teste diminta mengisi identitas pada tempat yang sudah ditentukan dalam lebar tes, dan tidak membuka lembaran tes sebelum diinstruksikan.
 3.Teste memberikan contoh mengisi/menjawab lembar tes di papan tulis.
4. Instruksi : “dalam tes ini anda akan menghadapi kolom – kolom yang terdiri dari angka. Tugas anda adalah “ :

1. Jumlahkan tiap – tiap angka dengan angka diatasnya, kerjakan dari atas kebawah.
2. Dari angka hasil penjumlahan tersebut, anda cukup menuliskan angka satuannya saja, misalnya hasil penjumlahan itu adalah 14 , maka anda hanya menulis angka 4 disamping kanan – antara kedua angka tersebut.
3. Bila anda membuat kesalahan dalam menjumlahkan, misalnya anda menjawab 8 padahal jawabannya adalah 3, maka anda tidak perlu menghapusnya. Anda cukup mencoret dengan satu garis angka yang salah tersebut dan menggantinya dengan angka yang benar.
4. Setiap mendengar ketukan (dicontohkan) , maka anda harus pindah ke lajur selanjutnya disebelah kanan. Dan mulailah kembali mengerjakan dari bawah keatas di lajur yang baru tersebut.
5. Anda hendaknya bekerja secepat dan seteliti mungkin.
6. Sebagai latihan marilah kita mengerjakan contoh yang terdiri dari 2 lajur angka yang terdapat pada lembaran tes. Kita mulai dari lajur kiri, mulai dari bawah dijumlahkan dengan angka diatasnya. “ya mulai”… setelah 30 detik beri ketukan, “stop, pindah kekolom selanjutnya”. Setelah 30 detik beri ketukan dan ucapkan “ya berhenti”. Setelah mengerjakan contoh pastikan semua testi mengerjakan dengan benar. “sekarang semuanya sudah paham?” , “sekarang letakkan dulu alat tulis anda”
7.Anda buka kertas yang ada dihadapan anda, bila saya beri tanda mulai maka anda mulai mengerjakan dari kolom paling kiri dari bawah keatas. Bila saya ketuk maka anda harus pindah kekolom selanjutnya. “Siap?” ,, “mulai !!”
 
ü  Skoring

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan skoring.
1.    Menyambung / membuat garis dari puncak tertinggi sehingga membentuk grafik
2.    Garis timbang : puncak teringgi + puncak terendah : 2
3.    Kecepatan testi mengerjakan lajur tiap menit :
2 x ( jumlah angka diatas garis timbang – angka dibawah garis timbang) : 40
4.    Ketelitian :
Jumlah kesalahan 15 lajur ( 5 lajur terdepan, 5 lajur tengah dan 5 lajur terakhir)

BAB 3 PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari alat tes Kraepelin adalah sebagai alat tes bakat, Kraepelin dimaksudkan untuk mengukur maximum performance seseorang. Oleh karenanya tekanan scoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil tes secara objektif bukan pada arti proyektifnya. Individu dikatakan memiliki performa yang baik apabila dalam rentang waktu yang lama dan dalam kondisi tertekan (stressful) mampu menampilkan unjuk kerja yang cepat, teliti dan stabil.

3.2 SARAN

Tes ini bagus digunakan untuk menentukan atau menetapkan pekerjaan yang cocok untuk seseorang yang ingin bekerja, atau untuk instansi yang sedang melakukan recruitment tenaga  kerja.  Dan dengan kemajuan tehnologi tes ini dapat dibuat sedemikian rupa sehingga tes ini masih bias dimanfaatkan sesuai dengan peerkembangan jaman.

3.3 SARAN DALAM MENGERJAKAN TES KRAEPELIN

Ada beberapa hal yang patut untuk diperhatikan seseorang yang ingin melakukan tes kraepelin, hal – hal tersebut adalah sebagai berikut :
1 Yang paling penting dalam mengerjakan test ini adalah konsentrasi. Test ini sangat menguras energi,  usahakan untuk tidak blank dalam mengerjakan test ini.
2. Usahakan jumlah angka yang terjawab di masing-masing kolom stabil. Jangan memaksakan diri untuk menjawab di kolom-kolom awal sehingga kewalahan di pertengahan hingga akhir kolom sehingga terbentuk kurva yang zig-zag atau menurun. Kendalikan diri dengan patokan penjumlahan sesuai dengan kemampuan anda. Anda tidak perlu menyelesaikan semua penjumlahan sampai ujung atas untuk masing-masing kolom. Usahakan mematok lebih dari 12 perhitungan dan tetap stabil untuk setiap kolomnya.
3. Usahakan jangan terus mengerjakan kolom yang sudah habis waktunya karena akan menghabiskan waktu yang disediakan untuk kolom berikutnya dan pasti akan memberikan hasil yang jelek di kolom berikutnya.







DAFTAR PUSTAKA

Urbina, Susana.1946. Essentials of Psychological Testing (hlm.10-20). Canada: John Wiley & Son
[Ronald_Jay_Cohen_Mark_Swerdlik]_Psychological_Te(BookFi.org).pdf-Adobe Reader
http://usberstop.wordpress.com/2011/03/30/tes-kraepel



Seruyung, 30 Maret 2015

Kamis, 19 Maret 2015

Kulit sehat Indah

 
 Seruyung, 19 Maret 2015
 
4 Manfaat Buah Lemon Untuk Kulit

Kalau kamu punya masalah dengan kulit wajah seperti pori-pori besar atau bermasalah dengan siku yang hitam, saatnya kamu memanfaatkan buah lemon untuk merawat sekaligus bikin kulitmu jadi sehat.

1.Membantu pengelupasan sel kulit mati
Buah lemon mengandung AHA (Alpha-Hidrocxy Acid) yang dapat membantu pengelupasan sel-sel kulit mati. Peras buah lemon dan ambil air lemonnya, celupkan kapas pada air perasan buah lemon dan balurkan di seluruh wajah setelah dibersihkan. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Kulit wajahmu akan terlihat bercahaya dan terasa lembut.

2.Melembutkan kulit pada siku
Kulit pada siku biasanya kering dan berwarna hitam, biar kulit di bagian sikumu terlihat bersih dan lembut lakukan perawatan dengan buah lemon. Iris buah lemon menjadi 2 bagian, gosokkan irisan buah lemon tadi ke bagian sikumu dan diamkan selama 10 menit lalu bilas dengan air.

3.Menghilangkan ketombe
Buah lemon juga bermanfaat untuk menghilangkan ketombe, lho! Biar rambutmu nggak berketombe, coba campurkan buah lemon yang sudah dibikin jus dengan minyak zaitun hangat. Pijat kepalamu perlahan-lahan dengan campuran lemon tadi dan diamkan selama 15 menit lalu bilas rambutmu dengan air dan gunakan conditioner rambut.

4.Meringkas pori-pori kulit
Buat kamu yang mempunyai kulit wajah dengan pori-pori yang besar, coba deh merawatnya dengan jus lemon yang segar. Caranya dengan menyimpan beberapa gelas jus lemon dalam lemari es, lalu celupkan kapas pada jus lemon dan oleskan pada bagian wajah kamu, bilas dengan air dan oleskan pelembab wajah. Lakukan langkah ini setiap pagi dan pastikan jus lemon yang kamu buat diganti setiap seminggu sekali.

Semoga bermanfaat.



Senin, 17 November 2014

Bissmillah






Jangan Pernah Buat Wanita yang menyayangimu kecewa,
sejauh apapun sedalam apapun cinta dan kasih sayangnya akan hilang oleh rasa kecewa yang terus kau beri.
dan...ketika rasa kecewa tak sanggup lagi dia terima maka saat itulah kamu kehilangan cinta kasihnya..

Hati Yang Kuat


 Hati Yang Tangguh


Rasa sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari ALLAH untuk mengetahui seberapa kokohnya engkau menjalani apa yang engkau yakini atasNYA.. Seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah ALLAH gariskan.. Yakinlah Duhai Hati Yang Tersakiti.. Rasa sakit yang ALLAH berikan kepadamu itu..
Yang tersaji dalam bentuk ujian dan cobaan itu.. Adalah sebagai bentuk perhatian khususNYA kepadamu,
sebagai bentuk betapa ALLAH masih sayang kepadamu.. Segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu itulah yang akan mengajarkan kepadamu untuk dapat memahami sekitarmu dengan lebih bijak.. Yang dapat mengajarkanmu untuk lebih bersyukur.. Yang akan mengajarkanmu untuk lebih mengenalNYA.. Yang akan mengajarkanmu untuk lebih mendekat kepadaNYA.. Duhai Hati Yang Tersakiti.. Walau semua itu terasa berat bagimu tetaplah ISTIQAMAH..
Selama engkau selalu menyertakan ALLAH dalam segala hal.. PERCAYALAH..
Kamu mampu menjalaninya.. Bagi ALLAH jika itu yang terbaik bagi dirimu tidak ada yang tidak mungkin.. MAKA..pasrahkan dan serahkanlah semua kepadanyaNYA.. Terpautnya dirimu pada Sang KHAQ.. Itulah yang akan membuatmu semakin Cantik dan Tangguh Duhai HATI.. :')



Seruyung, 17 November 2014 

Minggu, 07 April 2013

kekecewaanku yang tersimpan

tuhan hanya 1 yang ku tahu saat ini,,,bahwa aq sangat kecewa,,,aq benci pada diriku sendiri,,
ingin rasanya aq berteriak sekencang-kencangnya bahwa aq salah mengenal dia,,,
hanya karena aq tertipu oleh kemolekan wajahnya yang lugu,,,ternyata dia tidak lebih dari se ekor hewan yang liar,,yang buas, pemangsa,,,dan hewan buas yang bener-bener mematikn...
saat ini aq tak tahu harus bagaimana menghadapi kenyataan ini,, bahwa aq dihapakan dengan masalah yang cukup membuat aq lumpuh...
tuhan saat ini aq hanya meminta bahwa hilangkan rasa benci ini,,hilangkan rasa kecewa ini,,agar aq dapat melanjutkan hidupku,,agar aq dapat lebih bertakwa kepadamu,,,
tuhan tolong aku lepaskan dari segala beban ini,,aq mohon dengan sangat ya Rabb...

Jumat, 08 Februari 2013

no bodi is perfect

Ya Allah Maafkan aku yang lemah terhadap cobaanmu...
Ya ALLAH maafkan aku yang selalu prasangka buruk terhadap orang lain..
Ya Allah maafkan aq yang selalu bersikap egois dan selalu menghakimi orang lain...

walaupun aq tahu tidak ada manusia yang sempurna..
karena ketidak sempurnaanku..membuat aq takut untuk menyayangi orang lain,,terutama kaum ADAM..karena aq takut dia kecewa dengan sipakku..

My skripsi " Pengelolaan stres pada ibu single parent"

PENGELOLAAN STRES PADA IBU SINGLE PARENT
Akmalia
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan stres pada ibu single parent. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang ibu yang telah berstatus sebagai single parent karena perceraian dan telah memiliki anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi non partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya stres pada seorang ibu single parent saat perceraian dan pasca perceraian, stres yang dirasakan ialah menjalani hidup dan membesarkan anak seorang diri tanpa dukungan seorang suami, status sebagai single parent, masalah ekonomi, pekerjaan, peran ganda subjek dan hubungan pribadi subjek dengan lingkungan setelah perceraian. Pengelolaan pada kedua subjek ialah dengan mememinta dukungan serta nasehat kepada orang terdekat, jalan-jalan bersama teman-teman dan makan bersama, mencari kegiatan, berolahraga, serta memperbanyak doa dan shalat serta bersabar dan ikhlas.

Kata Kunci : stres, ibu single parent

Abstarct
This reseach aimsto determine the management of stressin mothers single parent. Research method used was a Qualitative research case study method. Subjects in this study were two mothers who have children. Data collection techniques in this study was conducted using semi- stuctured intervews and non participant observation. The result showed that the stress on a mother’s time of divorce and single parent after divorce, perceved stress is to live alone without the support of a husband, status as a single parent, the economy, jobs, the dual roleof the subject, and the subject of a personal relationship with the environment after divorce. Management in both subject is to ask for support and advice to people nearby, walk with friends, eating together, looking for activity, exercise, and multiply prayer, prayer patience and sincerity.
Keyword : stress, Single parents Mother


  1. Pendahuluan
Didalam kehidupan keluarga, ayah dan ibu memiliki peran sebagai orangtua dari anak-anak. Mengasuh anak dengan pasangan hidup tentunya menjadi kewajiban bersama yang menyenangkan, namun pada kenyataannya dimasyarakat terdapat keluarga yang salah satu orang tua tidak ada, baik karena perceraian, perpisahan atau meninggal dunia. Hal ini mengharuskan seseorang untuk mengasuh atau membesarkan anak-anaknya seorang diri tanpa adanya dukungan dari pasangan hidup atau suami. Tentu akan menjadi dilema pada setiap individu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dobbins (2008) yang menyatakan bahwa menjadi orang tua tunggal atau single parent bisa mejadi buruk bagi banyak orang. Mengasuh anak seorang diri tanpa dukungan suami tidak pernah terbayangkan di benak seorang wanita.
Berdasarkan berbagai sumber referensi dan data yang ada jumlah keluarga single parent daripada ayah yang menjadi single parent, lebih banyak dibandingkan dengan keluarga orang tua pria. Wibowo (2008) perbandingan jumlah janda dan duda di Indonesia adalah 469:100, artinya jumlah duda yang tidak menikah hanya seperlima dari jumlah janda yang tidak menikah lagi. Jadi lebih banyak duda yang menikah akibatnya ibu single parent lebih banyak. Hasil Survey Sosial Ekonomi nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 1994 (Harian Tempo, 2011) menunjukkan bahwa jumlah ibu di Indonesia yang menjadi kepala rumah karena bercerai sebanyak 778.156 orang dan karena kematian suami berjumlah 3.681.586 orang (total 4.459.724). Berdasarkan data Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), terdapat sedikitnya 40 juta jiwa di Indonesia berstatus janda. Hal ini berarti kenaikan jumlah orang tua tunggal ibu hampir sepuluh kali lipat selama rentang 10 tahun.
Fenomena single parent beberaba dekade terakhir ini menjadi marak terjadi di Indonesia. Data Direktorat Jendral Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA), selama tahun 2010 ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak 5 tahun terakhir. Kasus perceraian di DI.Yogyakarta sendiri dalam kurun waktu 5 Tahun mengalami peningkatan 81% mencapai 251.208 kasus. Dibuktikan dengan data pada Tahun 2007 ada 709 perkara diputus, pada tahun 2008 ada 991 perkara diputus, tahun 2009 ada 1019 perkara diputus, tahun 2010 ada 1123 perkara diputus, sedangkan pada tahun 2011 ada 1267 perkara yang putus, dari data tersebut membuktikan bahwa fenomena orang tua tunggal setiap tahunnya juga mengalami peningkatan.
Alvita (2008) menyatakan bahwa single parent mempunyai peran ganda dalam keluarga. Peran ganda tersebut harus memenuhi kebutuhan psikologis anak (pemberian kasih sayang, perhatian dan rasa aman) serta harus memenuhi kebutuhan fisik anak (kebutuhan sandang pangan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan materi), artinya ibu single parent harus mampu mengkombinasikan antara pekerjaan domestic dan public demi tercapainya tujuan keluarga yaitu membentuk anak yang berkualitas.
Terkadang konflik internal muncul saat ibu single parent harus memainkan peran sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya. Hal ini karena di satu sisi ibu harus mengurus keperluan rumah tangga namun di sisi lain ibu juga harus bekerja untuk menafkahi keluarganya. Bila ibu cenderung hanya memainkan satu peranan saja maka akan mengorbankan hal-hal yang sesungguhnya penting.
Berdasarkan hal tersebut maka kematangan dibutuhkan pada ibu yang berstatus sebagai single parent, hal tersebut dikarenakan kematangan pada ibu single parent dapat mempengaruhi dalam membentuk dan mendidik anak yang berkualitas sehingga dia harus melakukan segala cara untuk membesarkan anak layaknya orang tua yang super.
Kenyataannya tidak semua ibu single parent memiliki kematangan. Bagi seorang ibu single parent sebuah masalah akan dijadikan beban yang penuh dengan stres jika ibu yang tidak siap menghadapi kenyataan hidup. Banyak diantaranya menjadi konflik batin antara bekerja dan mengurus rumah, sehingga stres yang tidak mampu dikendalikan dan diatasi akan memunculkan dampak negatif. Dampak negatif secara kognitif seperti kesulitan konsentrasi, dampak negatif secara emosional seperti cemas, sedih, kemarahan, frustasi dan efek negatif lainnya. Dampak negatif secara fisiologis antara lain gangguan kesehatan, daya tahan tubuh menurun, sering pusing, terasa lesu dan lemah, serta kesulitan untuk tidur nyeyak. Stres juga menuntut manusia untuk menyesuaikan diri, yang merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri (Heiman dan Kariv dalam Triantoro, 2005).


  1. Telaah Teori
  1. Stres
Stres adalah suatu keadaan yang tertekan baik secara fisik maupun psikologis. Keadaan yang tercipta ini merupakan suatu keadaan yang sangat mengganjal dalam diri individu karena adanya perbedaan antara yang diharapkan dengan yang ada (Chaplin, 2002).
Menurut Lazarus dan Folkman (1984) stres adalah tergantung secara penuh pada persepsi individu terhadap situasi yang berpotensi mengancam. Hal senada juga dijelaskan oleh Lazarus dan Folkman (1984) mendefinisikan stres sebagai segala peristiwa atau kejadian baik berupa tuntunan-tuntunan lingkungan maupun tuntunan-tuntunan internal (fisiologis dan psikologis) yang menuntut, membebani, atau melebihi kapasitas sumberdaya adaptif individu. Stres dapat juga didefinisikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi stimulasi, kejadian, peristiwa dan respon, interpretasi individu yang menyebabkan timbulnya ketegangan yang diluar kemampuan inividu untuk mengatasinya (Rice, 1994).
Selye (Saseno, 2001) mendefinisikan stres sebagai respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan yang terganggu. Atkinson (2000) mengungkapkan stres mengacu pada peristiwa yang dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang situasi ini disebut sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap situasi stres ini di sebut sebagai respon stres. Stres adalah suatu keadaan tertekan, baik, secara fisik maupun psikologis (Chaplin, 1997).
Menurut Nerney (1984) menyebutkan stres sebagai reaksi fisik, mental, dan kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan, mengejutkan, membingungkan, membahayakan, dan merisaukan seseorang. Selanjutnya menurut Harjana (1994) stres sebagai keadaan atau kondisi yang tercipta bila transaksi seseorang yang mengalami stres membuat orang yang bersangkutan ketidaksepadanan antara keadaan atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang ada padanya.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres
Dalam pengertian umum stres terjadi jika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan yang mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya. Peristiwa tersebut biasanya dinamakan stresor, dan reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres (Atkinson, dkk 2002). Adapun menurut Maramis (2001) masalah penyesuaian atau keadaan stres dapat bersumber pada frustasi, konflik, tekanan, dan krisis. Seperti halnya stres yang di hadapi pada ibu single parent.
Sumber stres yang sama dapat menimbulkan respon yang berbeda pada orang yang berbeda. Tiap orang juga memiliki daya tahan yang berbeda dalam menghadapi stres. Terdapat 2 faktor utama yang melatarbelakangi hal tersebut, yaitu faktor internal (dalam diri seseorang) dan faktor eksternal (dukungan sosial), yang menuntut penyesuaian atas individu ( Cristian, 2005) yang meliputi:
  1. Faktor eksternal
Stres juga sering dihubungkan dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh kondisi, lingkungan ataupun orang disekitar. Faktor eksternal yang bagi kebanyakan orang pasti menyebabkan stres, banyak faktor eksternal yang menyebabkan orang merasa tertekan jika harus mengalaminya. Berikut ini faktor eksternal, yaitu :
  1. Faktor lingkungan (Evironmental Factor)
Lingkungan fisik yang tidak jarang menjadi stresor yang serius untuk banyak orang. Faktor lingkungan fisik yang sering membuat stres adalah suasana yang sepi,dan kondisi yang berantakan.
  1. Faktor sosial (Social Factor)
Faktor sosial yang menyangkut hubungan antar manusia. Hubungan yang menjadi stresor diantaranya, hubungan keluarga, hubungan pekerjaan, hubungan dengan banyak orang, dan hubungan dengan orang yang bermasalah. Misalnya mengalami tindakan yang kasar, korban sikap berkuasa dan menerima tindakan agresif dari pihak lain.
  1. Faktor Lembaga (Institusional Factor)
Baik itu masyarakat primitif dengan adat istiadatnya, maupun masyarakat modern dengan berbagai atauran dan kode perilakunya, adanya peraturan yang terlalu dan tekanan data line yang harus di penuhi, lembaga memainkan peranan penting bagi kehidupan setiap individu.
  1. Peristiwa besar (Major life Events)
Peristiwa besar dalam kehidupan bisa menyebabkan stres, terlepas apakah peristiwa itu positif (menyenangkan) atau negatif (menyedihkan). Artinya setiap peristiwa besar pada hakikatnya adalah stresor. Misalnya, kelahiran, kematian, kehilangan pekerjaan dan perubahan status perkawinan.
  1. Faktor Internal
Stres sering dihubungkan dengan perasaan. Stres juga sering dikaitkan dengan pikiran. Ketika menganggap stres sebagai akibat dari perasaan dan perasaan yang buruk maka di akibatkan dari diri sendiri atau faktor internal, yang meliputi:
  1. Karakteristik seseorang
Karakteristik tersebut antara lain: usia, gender, status ekonomi dan tingkat pendidikan.
  1. Pengalaman stres sebelumnya
Pengalaman seseorang menghadapi stres akan membantunya dalam menghadapi stres serupa di masa mendatang.
  1. Tipe kepribadian
Terdapat suatu tipe kepribadian yang disebut dengan tipe A. tipe kepribadian ini terdiri dari sekumpulan sifat yang relatif menetap seperti dorongan untuk berkompetisi secara berlebihan, agresif, tidak sabar, selalu terburu-buru dan seringkali merasa cemas atau tidak aman. Orang dengan kepribadian tipe A, beresiko tinggi menderita sakit seperti serangan jantung ketika mengalami stres.
Faktor-faktor ini sering berantai dan berkembang selama waktu tertentu hingga mencapai tingkatan yang sulit dibedakan dari keadaan (tingkah laku) normal. Gejala fisik berupa nafas memburu, mulut dan kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala dan salah urat. Sedangkan gejala yang berwujud perilaku misalnya perasaan bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa, dan kehilangan semangat. Serta kesulitan dalam konsentrasi, bahkan sampai hilangnya kreativitas, gairah, dalam penampilan dan minat terhadap orang lain (Diponegoro, 2006).

  1. Single parent
Menurut Qaimi (2003) ibu single parent adalah suatu keadaan seorang ibu menduduki dua jabatan sekaligus, sebagai ibu yang merupakan jabatan alamiah, dan sebagai ayah. Selain itu dia akan memiliki dua bentuk sikap, sebagai ibu yang harus bersikap lembut terhadap anaknya, dan sebagai ayah yang bersikap jantan dan bertugas memegang kendali aturan dan tata tertib keluarga, serta berperan sebagai penegak keadilan dalam kehidupan rumah tangga. Tolok ukur keberhasilan seorang ibu dalam mendidik anaknya terletak pada kemampuannya dalam menggabungkan kedua peran dan tanggung jawab tersebut, tanpa menjadikan sang anak kebingungan dan resah.
Menurut Dwiyani (2009) ibu single parent adalah ibu yang mengasuh anak-anaknya sendirian tanpa didampingi oleh suami atau pasangan hidup yang disebabkan oleh perceraian, kematian pasangan hidup, terpisah tempat tinggal, kehamilan diluar pernikahan dan memutuskan untuk mengadopsi anak dan diasuh sendiri tanpa proses pernikahan.
Sedangkan Anderson.dkk (1998) mengartikan single parent sebagai ibu yang memilih untuk hidup sendiri tanpa pendamping dikarenakan perpisahan atau perceraian. Exter (dalam Anderson dkk. 1998) mengatakan bahwa menjadi single parent merupakan pilihan hidup yang dijalani oleh individu yang berkomitmen untuk tidak menikah atau menjalin hubungan intim dengan orang lain. Single parent dapat pula diartikan sebagai sosok yang menjadi tulang punggung keluarga, baik karena bercerai, kematian atau karena pernikahan yang tidak harmonis (Anderson dkk. 1998).

  1. Masalah pada ibu single parent
Hilangnya pasangan yang diakibatkan karena perceraian atau kematian menimbulkan banyak masalah dalam penyesuaian diri bagi ibu. Hal ini lebih menyulitkan secara khusus bagi seorang ibu biasanya mengalami kesepian yang mendalam (Hurlock, 2004).
Menurut Setiati (2011), juga menambahkan masalah yang sering dihadapi oleh ibu single parent biasanya adalah masalah anak, anak akan merasa sangat kehilangan salah satu orang yang berarti dalam hidupnya. Untuk itu sangat penting bagi ibu single parent untuk tidak larut dengan masalah yang dihadapi.
Hurlock (2004), menjabarkan masalah yang dihadapi oleh single parent akibat perceraian:
  1. Masalah ekonomi: setelah bercerai, ibu akan mengalami kurangnya pendapatan keluarga. Seorang ibu single parent memulai bekerja pada usia madya, biasanya mereka tidak dapat memperoleh pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
  2. Masalah praktis: ibu single parent mencoba untuk menjalankan hidup rumahtangga sendirian, setelah terbiasa dibantu oleh pasangan. Akan tetapi setelah bercerai semua pekerjaan dilakukan seorang diri.
  3. Masalah psikologis: ibu cenderung merasa tidak menentu dan identitasnya kabur setelah terjadi percerian. Kondisi ibu sebelum perceraian identitasnya tergantung dengan suaminya.
  4. Masalah pengasuhan anak: perceraian membuat masalah dalam hak asuh anak. Tanggungjawab untuk merawat anak perlu dibagi dua, maka masing-masing rangtua dan anak akan menghadapi masalah dalam penyesuaian diri dengan kehidupan baru. Perceraian akan membuat anak menjadi bingung, depresi dan murung. Perebutan anak hendaknya tidak dilakukan berkepanjangan, serta jangan menunjukkan emsianal orangtua dihadapan anak.
  5. Masalah keluarga: apabila masih mempunyai anak yang masih tinggal serumah, maka ibu single parent harus memainkan peran ganda yaitu sebagai ayah dan ibu, dan harus menghadapi berbagai masalah yang timbul dalam keluarga tanpa pasangan selain itu juga harus menghadapi masalah yang berhubungan anggota keluarga dari pihak suami.
  6. Sulitnya memenuhi figur ayah bagi anak: figur seorang ayah ini harus tetap terpenuhi agar pertumbuhan fisik dan psikis anak berjalan dengan baik. Perceraian anak memberi dampak luka panjang dalam kehidupan anak. Maka dari itu ibu harus bisa menjaga pertemanan dan menjaga tali silahturahmi yang baik dengan mantan suami. Dengan demikian anak akan tetap memiliki figur arangtua yang utuh, meski kedua orangtuanya telah bercerai.

  1. Pengelolaan stres
Pada tingkat tertentu (batas optimal) stres memberikan manfaat bagi kesehatan dan kerja seseorang, oleh karena itu stres tidak perlu dihilangkan secara keseluruhan akan tetapi stres butuh dikelola. Selain itu mustahil untuk menghilangkan seluruh stres yang dialami dalam kehidupan, maka dibutuhkan kemampuan untuk pengelolaan stres. Greenberg (2002).
Dalam pengelolaan stres dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tujuan tersebut adalah mencegah berkembangnya stres dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Tiap tahap perkembangan stres membutuhkan jenis dan strategi yang berbeda (Yuwono, 2010). Secara rinci, ada beberapa cara dalam pengelolaan stres Wallace (Yuwono, 2007) menyebutkan beberapa cara menghadapi stres yaitu:
  1. Cognitive restructuring
Yaitu dengan mengubah cara berfikir negatif menjadi positif. Hal ini dilakukan melalui pembiasaan dan pelatihan
  1. Journal writing
Yaitu menuangkan apa yang dirasakan dan dipikirkan dalam jurnal atau gambar. Jurnal dapat ditulis secara periodik tiga kali seminggu, dengan durasi waktu 20 menit dalam situasi yang memungkinkan penuangan secara optimal (suasana tenang, tidak di interupsi kegiatan lain). Setelah menggambar dan menulis jurnal individu dapat melihat kembali apa yang telah dilakukan dan dapat belajar mengantisipasi dengan strategi yang tepat. Gambar dapat menjadi ekspresi perasaan diri yang tidak mampu diutarakan dalam tulisan dan setelah menggambar dapat dirasakan kelegaan perasaan. Psikolog juga dapat membatu individu dalam menemukan solusi yang tepat melalui jurnal dan gambar ini.
  1. Time management
Yaitu mengatur waktu secara efektif untuk mengurangi stres akibat tekanan waktu. Ada waktu dimana individu melakukan teknik relaksasi dan sharing secara efektif dengan psikolog maupun bersama orang terdekat dalam membentuk kepribadian yang kuat.
  1. Relaxation technique
Yaitu mengembalikkan kondisi tubuh pada homestatik, yaitu kondisi tenang sebelum ada stresor. Ada beberapa teknik relaksasi, antara lain yaitu yoga, meditasi, dan bernafas diaphragmatic.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan stres stres dan faktor-faktor stres yang mempengaruhi pada ibu single parent.

Metode penelitian
  1. Pendekatan dan strategi penelitian

Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan. Secara holisti, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2011).
Karakteristik penelitian kualitatif (Poerwandari, 2007) mendasarkan diri pada kekuatan narasi untuk dapat mengungkap kompleksitas realitas sosial yang diteliti. Sehingga sangat memerlukan elaborasi naratif yang akan memudahkan pembaca memahami mendalami makna dan interpretasi terhadap keutuhan fenomena. Penelitian kualitatif bersifat alami (naturalistic inquiry) yang tidak memanipulasi individu, kelompok, program, ataupun pola hubungan interaksi.
Metode pendekatan dan cara yang akan digunakan dalam memperoleh data atau fenomena yang ingin diungkap dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pedekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus merupakan penyelidikan mendalam (indepth study) mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap. Cakupan studi kasus dapat meliputi keseluruhan siklus kehidupan atau dapat pula hanya meliputi segmen-segmen tertentu saja. Dapat terpusat pada beberapa faktor yang spesifik dan dapat pula memperhatikan keseluruhan elemen atau peristiwa (Azwar, 2009)
Model studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah model studi kasus intrinsik, model ini dipilih karena alasan penulis ingin mengetahui dan memahami secara utuh kasus tentang bagaimana seorang ibu single parent pengelolaan stres yang dihadapi.
Menurut Alsa (2011) penelitan dengan rancangan studi kasus dilakukan untuk memperoleh pengertian yang mendalam mengenai situasi dan makna sesuatu atau subjek yang diteliti. Penelitian studi kasus lebih mementingkan proses daripada hasil, lebih mementingkan konteks daripada suatu variable khusus, lebih ditujukan untuk menemukan sesuatu daripada kebutuhan konfirmasi. Pemahaman yang diperoleh dari studi kasus dapat secara langsung mempengaruhi kebijakan, praktek, dan penelitian berikutnya.

  1. Pendekatan dalam analisis data
Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan catatan lapangan dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2011).
Pendekatan dalam analisis data penelitian ini adalah Analisis isi (content analysis) merupakan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan inidividu dengan masalah pengelolaan stres pada ibu single parent. Analisis isi atau content analysis menurut holisti (dalam Meleong, 2008) adalah teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara obyektif dan sistematis. Dengan analisis isi ini maka penulis dapat memahami hasil data yang telah diambil dan data informasi yang diperoleh dapat lebih detail ketika dianalisis.

  1. Sampling
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menentukan informan penelitian dalam penelitian kualitatif sangat tepat jika didasarkan pada tujuan dan masalah penelitian yang akan dikaji. Adapun pemilihan sampel yang tepat dalam penelitian kualitatif adalah berdasarkan tujuan (purposive sampling). Menurut Moleong (2008) yang dimaksud dengan purposive sampling adalah sampel yang diambil bukan tergantung pada populasi melainkan disesuaikan dengan tujuan penelitian, sehingga dapat dikatakan sebagai sampel-bertujuan. Purposive sampling ini memberikan kebebasan kepada peneliti dari keterikatan proses formal dalam mengambil sampel yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Dalam studi kasus, jumlah sampling relatif lebih sedikit, sehingga perlu untuk diperhatikan bahwa masing-masing informan memiliki kasus yang sama dengan latar belakang yang bermacam-macam. Penentuan sampling sesuai dengan kriteria-kriteria khusus yang telah ditentukan (criterion sampling) akan sangat membantu dan bermanfaat jika masing-masing informan yang diteliti merupakan representasi dari subjek yang diharapkan. Kriteria yang ditentukan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu meliputi :
  1. Berstatus single parent karena perceraian. Lama perceraian minimanal 3 tahun.
  2. Memiliki anak yang belum dewasa.
Alasan dipilihnya bersatus single parent karena perceraian yaitu karena orang tua tunggal yang disebabkan oleh faktor perceraian memiliki permasalahan yang lebih kompleks. Rumah tangga yang pecah karena perceraian dapat lebih merusak anak dan hubungan keluarga ketimbang rumah tangga yang pecah karena kematian. Alasan yang pertama, periode penyesuaian terhadap perceraian lebih lama dan sulit bagi anak daripada periode penyesuaian yang menyertai kematian, yang kedua, perceraian akan membuat anak akan menjadi berbeda dimata teman sebaya (Hurlock, 2004) untuk memastikan terpenuhinya kriteria penelitian ini maka akan dilakukan cek terhadap dokumen surat cerai.

  1. Metode pengambilan data
  1. Wawancara
Wawancara menurut pendapat Benister (Poerwandari, 2007) adalah percakapan yang terjadi antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang Memberikan jawaban. Maksud dilakukan wawancara untuk mengetahui informasi tentang pribadi responden, perasaan, pendapat, anggapan, aktivitas, motivasi dan tujuan (Moleong 2004).
Wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya (Sugiyono, 2011). Wawancara akan dilakukan kepada subjek, dan significant person. Kemudian dikumpulkan datanya menggunakan rekaman dan data dari hasil rekaman tersebut akan dideskripsikan dalam verbatim.
  1. Observasi
Observasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan memperhatikan secara akurat dan mencatat fenomena. Data observasi dikatakan penting oleh Patton (Poerwandari, 2007) karena dengan metode observasi akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konteks yang sedang diteliti, menunjukkan peneliti bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan daripada pembuktian dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif serta merefleksikan pemikiran mereka tentang pengalamannya, yang terkadang kurang disadari responden.
Sarwono (2006) menjelaskan lebih lanjut secara panjang lebar, mengenai kegiatan dalam observasi. Kegiatan yang akan dilakukan dalam observasi sebagaimana disebutkan mengenai definisi observasi melakukan pencatatan secara sistematis kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang akan dilakukan. Observasi berperan untuk menemukan interaksi yang kompleks dengan latar belakang sosial yang alami (Sarwono, 2006).
Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan atau partisipasi pasif (passive participation), yaitu peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut (Sugiyono, 2011). Peranan peneliti sebagai pengamat dalam hal ini tidak sepenuhnya sebagai pemeranserta tetapi melakukan fungsi pengamatan. Penulis sebagai anggota pura-pura, jadi tidak melebur dalam arti sesungguhnya (Moleong, 2011). Observasi akan dilakukan di rumah dan tempat kerja subjek dengan bentuk pencatatan check list.
Hasil dan Pembahasan
  1. Faktor-faktor yang memicu stres pada ibu single parent

Berdasarkan dari hasil yang diperoleh pada studi kasus dan hasil wawancara di lapangan bahwa adanya masalah yang dihadapi oleh ibu single parent setelah bercerai. Dari hasil wawancara dengan kedua subjek mengalami hal yang sama yaitu menyebutkan masalah yang di hadapi terhadap perubahan status menjadi single parent. Masalah ekonomi, masalah yang terjadi dengan anak, masalah dengan lingkungan serta masyarakat setempat.
Dari hasil wawancara yang dilakukan bahwa, kedua subjek mengalami stres dan rasa cemas atau khawatir dalam menghadapi kenyataan bahwa harus membiayai keluarga seorang diri tanpa dukungan seorang suami, kesulitan ekonomi yang kurang untuk kebutuhan keluarga yang semakin besar, biaya hidup yang semakin mahal membuat kedua subjek stres. hal ini menyebabkan kesulitan yang besar sehingga sulit mendahulukan yang lebih penting. Subjek My yang kesulitan untuk membiayai sekolah anak saat ini dikarenakan biaya sekolah yang sangat mahal dan kebutuhan hidup yang semakin besar.
Masalah anak yang sulit diatur, selalu membantah omongan, sulitnya berkomunikasi yang baik dengan anak dan kenakalan anak juga memicu sumber stres pada subjek My. Berbeda pada subjek Ad yang merasa sedih dikarenakan harus berpisah dengan anak, karena sikap dan perlakuan suami yang kasar dan keras memicu stres. Subjek juga sedih dikala anak sedang sakit, rasa kangen kedapada anak, akan tetapi sulit untuk bertemu dengan anak disebabkan perlakuan suami yang yang bersikap berkuasa terhadap subjek Ad.
Masalah yang dihadapi oleh ibu single parent ialah Adanya kebingungan dan rasa kekhawatiran saat ini, dari hasil wawancara terhadap kedua subjek yaitu tidak pernah terbayangkan dan terfikirkan serta resiko untuk membesaran anak seorang diri tanpa dukungan suami. Akan tetapi pada subjek Ad yang saat ini anak diambil hak asuh oleh suami, sehingga memicu stres.
Dari hasil wawancara subjek Ad yang memiliki riwayat darah rendah, ketika mengalami stres seringnya maag kambuh dan tekanan darah semakin menurun. Hal ini berdampak pada fisiologis subjek sehingga menyebabkan asam lambung yang meningkat mengakibatkan subjek harus rawat inap di rumah sakit. Subjek My yang juga stres mengalami kecemasan dan kebingungan yang sama tetapi tidak berdampak pada fisiologis, hanya perubahan pola makan yang semakin meningkat dikarenakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya beban yang banyak dan semakin berat membuat subjek My juga sering marah-marah serta berperilaku agresi ketika stres.
Rasa jenuh dan rasa bosan yang berlarut-larut hal ini menimbulkan stres. Lazarus dan Folkman (1984) mendefinisikan stres sebagai segala peristiwa atau kejadian baik berupa tuntunan-tuntunan lingkungan maupun tuntunan-tuntunan internal (fisiologis dan psikologis) yang menuntut, membebani, atau melebihi kapasitas sumberdaya adaptif individu.
Dari hasil wawancara juga menyebutkan kedua subjek yang merasa kesepian, tertekan dan bosan, subjek My yang mengalami kesulitan dalam pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya, dan pekerjaan sebagai karyawan serta harus mencari pesanan menjadikan subjek tertekan, subjek Ad juga merasakan hal yang sama merasa kesepian tanpa seorang anak disisinya sehingga menjadikan beban terhadap subjek. Beban yang banyak dan semakin berat menimbulkan rasa jenuh hal ini juga dapat menimbulkan stres.
Menurut Gunadarma (2007) ibu single parent memiliki peran ganda sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, pendididik, menjalankan tugas reproduksi, anggota masyarakat dan bahkan juga sebagai pencari nafkah. Dalam menjalankan peran tersebut adakalanya dihinggapi berbagai masalah yang menyangkut kejiwaan, yang apabila tidak diatasi juga berakibat menimbulkan gangguan kesehatan jiwa. Gangguan yang sering diahadapi adalah berupa stres.
Dari hasil wawancara juga menyebutkan masalah eksternal pada kedua subjek. Sumber stres lingkungan dan sosial juga memicu stres pada kedua subjek. Pandangan masyarakat terhadap perubahan status sebagai single parent, kedua subjek sering dihinggapi berbagai perasaan negatif, dengan status sebagai single parent kedua subjek tidak lepas dari pencitraan negatif gosip-gosip masyarakat. berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada kedua subjek bahwa sama-sama memiliki masalah sosial.
Pada subjek Ad kerap digosipkan oleh masyarakat setempat, subjek pun mengalami tindakan kasar dan korban atas sikap berkuasa suami, hal serupa juga dialami oleh subjek My yang merasa tidak dihargai oleh lingkungan dan masyarakat setempat dikarenakan status subjek juga sebagai janda subjek mendapat masalah sosial berupa gunjingan dari tetangganya hal ini menjadikan subjek My stres.

  1. Pengelolaan stres pada ibu single parent
Mengatasi stres merupakan suatu proses yang terdiri dari rangkaian tindakan yang bisa mengubah stresor yang dihadapi. Masalah yang berat terhadap keuangan yang dihadapi membuat kedua subjek harus bekerja dan mencari uang. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kedua subjek bekerja untuk membiayai keluarga. Subjek Ad mengatasi keuangan dan membiayai keluarga dengan bekerja sebagai instruktur olahraga juga terkadang membantu teman untuk merias sehingga mendapat uang sebagai upah dari rias. Berbeda dengan subjek My yang bekerja sebagai karyawan disebuah toko, selain itu subjek juga bekerja paruh waktu dan mencari pesanan untuk mengatasi masalah keuangan yang sulit serta membiayai kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan keluarga.
Dari hasil wawancara kedua subjek mengatasi masalah dengan meminta nasehat dan saling bercerita kepada orang-orang terdekat, dengan meminta nasehat kedua subjek mengikuti saran yang diberikan hal tersebut dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh kedua ibu single parent. Subjek Ad mengatasi masalah dengan meminta dukungan kepada teman-teman untuk mengatasi masalah kangen terhadap anak. Ketika subjek stres, sedih dan tertekan subjek mengatasi hal tersebut dengan jalan-jalan, karaoke, dan setiap masalah dengan berolahraga setiap hari dan mencari kegiatan lain untuk mengurangi stres yang dihadapi, pada subjek My yang selalu meminta nasehat kepada orangtua dan jalan-jalan untuk mengurangi stres yang dihadapi, ketika subjek mengalami masalah dan menyebabkan stres pola makan subjek semakin meningkat.
Masalah terhadap anak membuat tertekan, dari hasil wawancara kedua subjek menyatakan bahwa mengatasi hal tersebut tidak mudah, subjek Ad juga merasakan sedih ketika kangen terhadap anak dan anak sedang sakit namun subjek sangat sulit untuk bertemu dengan anak dikarenakan suami yang bersikap kuasa dan kasar. Subjek My merasakan hal yang sama yaitu masalah anak yang sulit diatur dan sulitnya berkomunikasi yang baik terhadap anak menjadikan subjek My merasa tertekan, subjek sampai saat ini belum menemukan cara yang baik untuk berkomunikasi dengan anak.
Dihinggapi berbagai masalah baik masalah internal dalam diri sendiri maupun masalah eksternal. Dari hasil wawancara kedua subjek mengatasi masalah pada diri sendiri dengan mengubah cara berfikir negatif menjadi positif, subjek Ad mengatasi dengan berfikiran positif dan memperbaiki perilaku agar masyarakat salah dalam menilai subjek. Demikian pula dengan subjek My yang juga dihinggapi gunjingan tetangga namun subjek mengatasi hal tersebut dengan ketemu tetangga untuk mengklarifikasi masalah, serta subjek juga berprilaku baik dalam masyarakat.
Masalah kesepian yang dirasakan terhadap kedua subjek menjadikan hal tersebut memicu stres, kedua subjek mengatasi hal tersebut dengan mengisi kegiatan lain, jalan-jalan, makan bersama teman-teman dan mencari hiburan agar tidak merasa kesepian. Dari hasil wawancara subjek Ad yang selalu mengisi waktu dengan kegiatan olahraga pada pagi dan sore hari serta membatu saudara menjaga toko optik, subjek yang ingin memperbanyak teman agar masalah kesepian yang dihadapi sedikit berkurang. Subjek My yang mengatasi hal tersebut dengan jalan-jalan dan mencari pekerjaan lain dan mencari pesanan agar masalah yang dihadapi sedikit berkurang.
Dari hasil wawancara juga kedua subjek mengungkapkan dapat mengatur waktu dengan baik dapat membagi antara pekerjaan domestic dan public. Subjek Ad yang selalu olahraga dan senam setiap hari sehingga stres yang dialami sedikit berkurang subjek juga melakukan relaksasi untuk mengurangi stres yang dihadapi. Seperti halnya subjek My yang meminta nasehat dan bantuan finansial maupun materi kapada orangtua menjadikan subjek merasa tidak sendiri dan kesepian.
Banyaknya masalah menjadikan kedua subjek stres, dari hasil wawancara kedua subjek mengatasi setiap masalah yang dihadapi berserah diri pada yang maha kuasa dan banyak berdoa, serta mengubah pola berfikir negatif menjadi positif. Kedua subjek juga mengungkapkan bahwa ketika stres tidak pernah menuangkan dalam bentuk tulisan seperti diari, junal maupun gambar.
Dari penelitian sejenis yang dilakukan oleh Hansmardiansyah (2007) “Stres dan coping stres pada Wanita Karier Berstatus janda yang dipensiunkan Secara Dini” menunjukkan hasil penelitian yang diperoleh adanya stres yang dialami pada ibu single parent serta adanya kesesuaian dengan teori bahwa single parent mengalami stres menghadapi kenyataan menjalani hidup tanpa dukungan seorang suami sangatlah berat.
Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya kesesuaian dengan penelitian sebelumnya Hansmardiansyah (2007) yang menunjukkan faktor-faktor stres pada ibu single parent, seperti faktor lingkungan, faktor sosial, faktor lembaga, perceraian, dan karakteristik yang memperngaruhi stres pada ibu single parent serta berbagai masalah yang dihadapi setelah perceraian seperti masalah ekonomi, masalah psikologis, masalah sosial dan masalah anak.
Menurut Wallace (2007) pengelolaan stres dapat dilakukan dengan Cognitif restructuring, Journal writing, Time management, dan Relaxation tehnique. Diantara beberapa aspek yang telah disebutkan, pengelolaan stres yang dilakukan oleh kedua ibu single parent pada penelitian ini ialah Cognitif restructuring, Time management, dan Relaxation tehnique. Namun kedua subjek tidak melakukan Journal writing untuk pengelolaan stres yang dihadapi.






























Gambar : Pengelolaan Stres Pada ibu Single parent


Kesimpulan
Dari hasil analisis data penelitian yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa stresor utama pada ibu single parent adalah masalah terkait anak, masalahterkait ekonomi seperti biaya hidup yang semakin mahal, masalah psikologis psikologis, masalah terkait sosial dan masalah terkait pada fisik. Pada subjek Ad yang merasa sepi tanpa anak disisnya, dan merasa sedih ketika kangen terlebih sang anak sakit. Masalah dengan mantan suami yang berprilaku kasar dan keras, masalah dengan keuangan, masalah lingkungan yang kerapkali menjadikan subjek stres. Seperti halnya pada subjek My masalah dalam diri sendiri, sepi, bosan, tertekan dengan kondisi rumah yang berantakan, masalah dengan anak yang sulit untuk diatur, masalah dengan keuangan, biaya sekolah yang semakin mahal, serta masalah terkait lingkungan yang kerapkali memicu stres.
Pengelolaan stres merupakan usaha dalam mengurangi stres atau meniadakan dampak negatif yang dialami. Pengelolaan yang dilakukan oleh kedua subjek untuk mengatasi stres ialah dengan melakukan cognitif restructuring, time management, relaxation, niat ikhlas, sabar dan shalat, bersyukur, serta doa dan dzikir.